Banyak barak pengungsian saat ini sudah ditinggal pulang pengungsi. Di Bolawen (bukan Bulawen) yang tadinya ada sekitar 500 pengungsi, sekarang mungkin sudah tinggal separuhnya. Kalau sebelumnya banyak yang pulang di siang hari dan malamnya balik ke pengungsian, sejak hari sabtu tanggal 20 Nopember 2010 kemarin banyak yang sudah berani tidur di rumah. Orang-orang Girikerto juga demikian, sebagian sudah banyak yang pulang. Meskipun sampai saat ini listrik di sebagian besar wonokerto dan Girikerto masih padam, begitu juga sinyal HP masih blank.
Suasana kampung sekarang relatif sudah ramai. Banyak kendaraan sudah mondar-mandir. Siapa yang betah tinggal di pengungsian? Dan siapa sekarang yang tidak pening dengan kehidupan ekonomi keluarga yang saat ini masih lumpuh. Mas Win dan kawan-kawan KOMPI beberapa hari ini terus konsolidasi soal bagaimana menyangga ekonomi keluarga yang lumpuh. Banyak orang mengobral ternak dan salak dari kebun yang tersisa asal jadi uang, yang penting jadi uang untuk keperluan sehari-hari, terutama untuk mondar-mandir dari rumah ke pengungsian. Selain itu juga biaya komunikasi, ya.. beli pulsa HP. Pengeluaran untuk komunikasi dan mobilisasi keluarga sekarang jauh melebihi pengeluaran untuk makan dan rumahtangga sehari hari. Apalagi ada pemberitahuan dari sekolah bahwa hari senin 22 Nopember 2010 anak-anak harus mulai masuk sekolah.
KOMPI memang kedatangan banyak tamu yang menanyakan soal apa yang akan dilakukan masyarakat setelah ini. Ada tamu dari jakarta yang menawarkan bantuan ini itu, tapi nyatanya memang belum ada yang membawa kabar gembira. Rencana pemerintah juga gak jelas. Pengungsi yang keluar dari barak pengungsian dan pulang ke rumah juga ini siatif sendiri. Mereka hanya menggunakan perasaan bahwa situasi agaknya sudah tenang, meskipun hingga saat ini signal Merapi yang terpantau dari alat komunikasi HT masih terus berbunyi seperti tukang kue putu lewat depan rumah. .. Ngiiiiiiing seperti saat sebelum kejadian tanggal 4 Nopember 2010. Mudah2an Allah melindungi kita semua dan memulihkan roda kehidupan kita selanjutnya... Amin
contact info mail to bscc@ymail.com Hp 08819592549
Merapi Punya Hajat
Desa kami di sekitar Girikerto dan Wonokerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Yogyakarta sejak bulan Oktober 2010 mendapat hantaman luapan energi Gunung Merapi. Istilah masyarakat kami adalah "Gunung Merapi sedang punya hajat" atau punya gawe. Kemeriahan gawe Merapi saat ini melebihi gawenya pada tahun 2006 yang lalu.
Sejak hari Kamis legi malam Jumat tanggal 4 Nopember hampir seluruh warga mengungsi. Kami semua tercecer di berbagai tempat pengunsian. Melalui alat komunikasi yang ada akhirnya satu demi satu dapat dihubungi. Syukur kepada Yang Maha Kuasa, sejak hari Minggu 7 Nopember 2010 warga desa kami sudah dapat diketahui posisinya. Dampak peristiwa ini sangat besar bagi kami. Seluruh kegiatan ekonomi lumpuh. Kami semua tidak bisa lagi mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan kelarga. Pendapatan kami hanya dari kegiatan pertanian. Masyarakat mengandalkan perkebunan salak yang kini roboh, perikanan tidak bisa diharapkan karena air menyusut dan keruh. Kami belum bisa kembali ke desa karena bahaya masih terus mengancam sampai waktu yang belum bisa ditentukan..
Kami mohon doa kawan-kawan semua agar gawe Merapi ini segera berakhir... Entah bagaimana selanjutnya kami harus menata kehidupan kami selanjtnya.. itu adalah pekerjaan rumah warga desa semua...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar