Hari ini setelah berhasil menelusuri lokasi pengungsian kawan-kawan “ndeso’ diketahui, akhirnya kami koordinasi di pos yang baru. Pos kwarasan. Pos ini dilengkapi dengan radio komunikasi dan armada roda empat bak terbuka, dan beberapa sepeda motor. Semuanya milik pribadi kawan-kawan ‘ndeso’. Di ini kami merencanakan bagaimana mencari hijauan dan mendistribusikan ke desa.
Pagi tadi terkumpul hijauan yang dikumpulkan dengan bantuan pemuda-pemuda dari pedukuhan sekitar Mlati dan Kwarasan Gamping Sleman. Terkumpul beberapa ikat dan langsung dibawa ke kandang. Meskipun peralatan komunikasi masih terbatas, kami sampai tadi sore sudah bisa ngedrop di kandang sekitar Kemiri Kebo.. Alhamdulillah.
Mendapat bantuan warga untuk mengumpulkan paka ternak.
Pak Win.. Lumayan dapat satu bak mobil..
Mas Heru.. bangun tidur langsung mbabat..
Pos baru.. di Kwarasan
contact info mail to bscc@ymail.com Hp 08819592549
Merapi Punya Hajat
Desa kami di sekitar Girikerto dan Wonokerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Yogyakarta sejak bulan Oktober 2010 mendapat hantaman luapan energi Gunung Merapi. Istilah masyarakat kami adalah "Gunung Merapi sedang punya hajat" atau punya gawe. Kemeriahan gawe Merapi saat ini melebihi gawenya pada tahun 2006 yang lalu.
Sejak hari Kamis legi malam Jumat tanggal 4 Nopember hampir seluruh warga mengungsi. Kami semua tercecer di berbagai tempat pengunsian. Melalui alat komunikasi yang ada akhirnya satu demi satu dapat dihubungi. Syukur kepada Yang Maha Kuasa, sejak hari Minggu 7 Nopember 2010 warga desa kami sudah dapat diketahui posisinya. Dampak peristiwa ini sangat besar bagi kami. Seluruh kegiatan ekonomi lumpuh. Kami semua tidak bisa lagi mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan kelarga. Pendapatan kami hanya dari kegiatan pertanian. Masyarakat mengandalkan perkebunan salak yang kini roboh, perikanan tidak bisa diharapkan karena air menyusut dan keruh. Kami belum bisa kembali ke desa karena bahaya masih terus mengancam sampai waktu yang belum bisa ditentukan..
Kami mohon doa kawan-kawan semua agar gawe Merapi ini segera berakhir... Entah bagaimana selanjutnya kami harus menata kehidupan kami selanjtnya.. itu adalah pekerjaan rumah warga desa semua...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar