![]() |
| aktivitas masyarakat di Nangsri Girikerto |
Hari ini situasi di desa Girikerto dan Wonokerto kelihatan lebih bergairah. Kegiatan masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa. Pagi tadi kelihatan anak-anak sekolah sudah masuk dan beberapa orang sudah aktif di kebun salak. Beberapa orang terlihat membersihkan kebun salak dan memanen salak yang masih bisa dikumpulkan. Di beberapa pedagang pengumpul buah salak sudah terlihat tumpukan-tumpukan keranjang berisi buah salak. Harga salak memang sangat rendah dan harga paling baik saat ini hanya 1500 per kg. Semalam ada kawan dari Jakarta telpon kalau harga salak pondoh dari Merapi dijual 2500 per kg. Itu kenyataannya, setelah berhari-hari hidup di pengungsian tanpa penghasilan, sudah pasti masyarakat saat ini membutuhkan uang untuk keperluan sehari-hari. Dengan apa lagi mereka bisa mendapatkan uang kecuali menjual apa yang mereka punya. Buah salak yang bisa dijual tentu kualitasnya buruk. Berdebu dan kurang baik.
![]() |
| kawan Kompi berbenah dibantu pak tentara |
Penderitaan masyarakat seperti ini bukan alasan untuk diam dan semakin tenggelam dalam kesedihan. Kawan-kawan Kompi terus berusaha bersama masyarakat melakukan aktivitas apa saja yang bisa dilakukan. Setelah pertemuan yang dihadiri oleh sebagian anggota Kompi tadi malam, mas Win dan mas Heru mendapat bantuan berbagai peralatan untuk membersihkan tanaman-tanaman salak dan pohon lainnya yang roboh menghalangi jalan. Terimakasih kepada mereka yang memberi bantuan terutama kawan-kawan Bolo Pitulang dari Cebongan, mas Nico, mas Bambang, dan lainnya yang membantu dan memfasilitasi.
![]() |
| siap tempur sambil bergaya |
Mulai jam 9 pagi tadi kawan-kawan Kompi sudah turun ke lapangan untuk membersihkan jalan desa. Diawali dari Nangsri dekat kantor desa Girikerto lalu kemudian ke Sorowangsan Wonokerto. Ini saatnya berbenah. Meskipun belum ada pemberitahuan resmi bahwa Merapi mulai tenang, tetapi jika masyarakat mendapat kesibukan akan menjadi obat kegelisahan yang mereka alami berhari-hari kemarin. Besak akan diteruskan. Biar kelihatan bergaya mereka menggunakan seragam dan peralatan yang canggih. Mereka semua adalah masyarakat dari sekitar Turi sendiri dan beberapa kawan dari sekitar Sleman dan Kota Jogja. Selamat bekerja pak.. terus semangat...
(Bambang Ryadi Soetrisno)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar